Yang namanya bulan Ramadhan, rasanya kurang lengkap ya Bun tanpa kehadiran kolak. Makanan khas Indonesia dengan kuah manis yang menyegarkan. Ada banyak jenis kolak yang biasa kita temui saat bulan puasa. Yang biasanya ramai dijual di pinggir jalan saat sore hari, menjelang waktu berbuka. Bagi yang kita ummat Islam yang sedang berpuasa, melihat bermacam-macam colak dijajakan di pinggir jalan rasanya sangat menggoda mata untuk membeli. Namun kalau kita beli di luar, kadang rasanya kurang sesuai dengan yang dibayangkan. Jadi enaknya kita bikin sendiri aja ya Bun. Mudah dan ngga pake lama ko buatnya. 

Dari hari pertama Ramadhan aku memang berencana bikin kolak, tapi karena dari hari pertama puasa aku berhalangan untuk puasa jadinya baru terealisasi hari ini, hari kelima bulan Ramadhan. Itu juga karena permintaan anak-anak. Karena pada hari sebelumnya, tetangga depan rumah mengirimkan kolak biji salak. Ternyata anak-anakku suka sekali, dan pada akhirnya mereka minta dibuatkan.  

Bahan dasar kolak ini adalah ubi yang dihaluskan, dicampur tepung tapioka, dan dibentuk bulat-bulat seperti biji salak. Untuk kuahnya kita pakai gula merah dan gula pasir untuk memberikan rasa manis pada kuah. Namun untuk ukurannya, pemakaian gula merah lebih banyak dari gula pasir karena rasa, aroma, dan warna gula merah memberikan rasa dan warna yang khas pada kuah. Jangan lupa untuk menambahkan santan ya.. yang merupakan ciri khas dari kuah kolak sebagai pemberi rasa gurih.

Ada dua cara membuat kuah kolak biji salak, yang pertama langsung mencampur santan pada kuah gula dan ubinya; seperti yang biasa aku buat. Yang kedua, memisahkan santan dengan kuah gula dan ubi. Bedanya pada cara yang kedua, santan diberikan pada saat kolak akan disajikan. Jadi kuah gula dimasak terlebih dahulu bersama ubi. Baru merebus santan santan secara terpisah. Untuk santan nya, kita bisa memakai santan dari kelapa parut ataupun memakai santan instan seperti kara ukuran 65 ml.

Sedangkan sebagai pengental, kita tambahkan tepung maizena. Untuk ukurannya, disesuaikan saja dengan kekentalan yang diinginkan. Kalau aku cukup satu sendok makan saja karena memang aku tidak terlalu suka dengan kuah yang terlalu kental. Namun, Bunda di rumah bisa menambahkan lagi maizena nya jika menginkan kuah yang lebih kental. Jika tidak ada tepung maizena, kita juga bisa memakai tepung tapioka dengan ukuran yang sama.

Nah untuk resepnya berikut ini ya Bun…

Bahan :

  1. Ubi jalar kuning ukuran besar 2 buah
  2. Tepung tapioka 4 sdm
  3. Terigu 1 sdm
  4. Santan kental dari 1/2 buah kelapa
  5. Gula merah 2 buah, disisir halus
  6. Gula pasir 4 sdt
  7. Garam 1/2 sdt
  8. Air 6 gelas untuk kuah, 2 gelas untuk memeras santan
  9. Tepung maizena 1 sdm (bisa diganti tepung tapioka 1 sdm)

Cara buat : 

Santan : 

Rendam kelapa yang sudah diparut dengan dua gelas air hangat. Biarkan sampai agak dingin. Lalu peras -peras menggunakan tangan. Jangan lupa sambil disaring menggunakan saringan. 

Cara buat kolak biji salak : 

1. Kupas ubi, lalu cuci. Kemudian potong dadu kecil- kecil.

2. Siapkan panci, isi air untuk mengukus. Kukus ubi sekitar 15 menit hingga empuk. Tusuk ubi menggunakan garpu untuk mengecek kematangan ubi. 

3. Setelah matang, haluskan ubi selagi masih panas agar mudah menghaluskannya. Aku menggunakan ulekan untuk menghaluskan. 

4. Setelah halus, tambahkan tepung tapioka, terigu dan garam. Lalu uleni dengan tangan hingga adonan rata. 

5. Setelah adonan rata dan bisa dibentuk, ambil satu sendok makan adonan, bentuk bulat-bulat kecil. 

4. Siapkan panci. Isi panci dengan air. Tunggu sampai mendidih. Lalu masukkan gula merah dan gula pasir. Aduk-aduk hingga larut. Masukkan garam. Kemudian masukkan ubi yang sudah dibentuk. Masak hingga ubi mengapung. Masukkan santan. Aduk-aduk perlahan selama beberapa menit agar santan tidak pecah. Tambahkan 1 sdm tepung tapioka untuk mengentalkan kuah kolak. Aduk-aduk hingga rata dan kuah mengental. Lalu matikan kompor. Kolak biji salak siap dihidangkan.

Advertisements